Pelestarian arsitektur menjadi isu penting di tengah pesatnya perkembangan zaman dan perubahan lingkungan binaan. Upaya ini bertujuan menjaga nilai sejarah, budaya, dan identitas arsitektur sebagai bagian dari memori kolektif serta perjalanan peradaban manusia. Dalam konteks arsitektur, pelestarian tidak hanya berfokus pada bentuk fisik bangunan, tetapi juga pada pemahaman makna, karakter, dan nilai yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, pelestarian memerlukan pendekatan multidisipliner yang melibatkan aspek sejarah, teknis, sosial, dan estetika agar strategi yang dihasilkan bersifat berkelanjutan dan relevan dengan kondisi masa kini. Setiap bangunan memiliki karakter unik yang mencerminkan nilai budaya dan identitas masyarakatnya. Pemahaman terhadap karakter tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan kriteria pelestarian, baik dari sisi fisik maupun nilai historis, sosial, dan estetika. Pelestarian arsitektur merupakan proses yang kompleks dan tidak dapat dilakukan dengan satu metode tunggal. Berbagai pendekatan seperti konservasi, restorasi, rekonstruksi, dan adaptasi penggunaan kembali dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan konteks bangunan. Melalui penelitian yang mendalam dan pendekatan yang tepat, pelestarian diharapkan mampu menjaga keaslian serta nilai budaya bangunan agar tetap bermakna bagi generasi sekarang dan mendatang