Perkembangan Kota Malang sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang menjadikannya pusat permukiman dan administrasi, ditandai dengan pembangunan infrastruktur serta bangunan berarsitektur kolonial yang menyesuaikan iklim tropis. Kawasan Kayutangan menjadi salah satu wilayah bersejarah yang berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan permukiman Eropa, dengan bangunan bergaya arsitektur Hindia Belanda yang beragam. Hingga kini, jejak arsitektur tersebut masih terlihat, khususnya di Kampung Heritage Kayutangan, kawasan permukiman pribumi yang turut dipengaruhi gaya kolonial. Namun, perkembangan kota menyebabkan banyak bangunan mengalami perubahan karakter, sehingga upaya pelestarian menjadi penting. Salah satu bangunan yang masih mempertahankan keaslian gaya Hindia Belanda adalah bangunan Rumah 1870, yang memiliki nilai sejarah dan arsitektural tinggi. Buku ini membahas sejarah, perkembangan arsitektur, serta pentingnya strategi pelestarian bangunan bersejarah di Kayutangan agar nilai budaya dan historisnya tetap terjaga di masa depan.